Rabu, 31 Desember 2014

Tahun Baru


Malam ini saat rembulan di titik tertinggi
Genap bumi memutari sang mentari satu kali
Kembali kubuka lembaran baru hidup ini
Saat Sebagian kerikil dalam hidup terlewati

Berkumpul bersama mereka yang kucintai
Tak akan tergantikan oleh materi
Sadarkan aku ini bukan sekedar mimpi
Namun sebuah berkat dari Sang Ilahi

Ku telah membuat sebuah resolusi
Sebagai cerminan harapan hati
Namun ujian itu akan datang kembali
Dan tak seorang pun dapat menghindari
Saat itu ku hanya bisa berserah diri
Berharap mujizat kan terjadi

Selasa, 30 Desember 2014

Untukmu...

Di tepi pantai Rabu malam itu
Kau terhanyut dalam dunia semu
Dunia yang tak pernah ku tahu
Dan seharusnya kau anggap tabu

Ingin rasanya mengobati pilu
Menyaksikan sang bidadari bagai terantuk batu
Sejenak ku terdiam dan membisu
Bertanya dalam diri apa yang sebenarnya kau mau

Saat kau mulai bangkit dan menunggu
Ku ulurkan tangan tuk membantu
Senyum itu masih ada dalam ingatanku
Membangkitkan asa yang hampir layu

Tak terasa menemanimu ke tujuan
Kala dirimu lepaskan pegangan tangan
Ku dampingi sampai di depan peraduan
Dan sesaat kau meninggalkan pesan
Yang kusimpan rapat bagai sebuah harapan

Jumat, 26 Desember 2014

Kedua kali

Rintik hujan membasahi bumi
Mengingatkanku memori di Gili
Pertama kali berbicara dengan hati
Tatkala sekeliling penuh hal duniawi

Ketika perusahaan membayar gaji
Ingin rasanya menikmati dengan cuti
Berat langkah kaki di hari ini
Sirna oleh rasa ingin mengabdi

Saat mentari mulai meninggi
Kembali ku buka percakapan ini
Berharap engkau bercerita kembali
Keluh kesah yang ada dalam diri

Laksana masalah datang silih berganti
Tak ada yang dapat memahami nurani
Saat ku belajar menyelami
Ku bertanya tuk kedua kali
Namun Kau melihat dengan analogi
Bahwa diri ini tak dapat menghayati

Rabu, 24 Desember 2014

Selamat Natal

Malam ini ku terbaring di atas kasur ku 
Merasakan letih atas hari yang telah berlalu
Kucoba mencari tempat tuk mengadu
Namun yang kudapat adalah hati yang ragu

Ku melangkah keluar mencari pelarian
Jauh menembus ke dalam hutan
Tatkala sinar rembulan tak dapat mengalahkan kegelapan
Sesosok pria muncul di hadapan

"Anakku apa yang kau cari?"
Ku terdiam dan membisu
Jiwa dan raga seolah tak menyatu
Suaranya mengingatkan ku akan sesuatu

"Siapakah Engkau?" Begitu isi hati ini
Namun Ia mengetahui yang tersembunyi
Sejenak aku tersadar dari mimpi
Hari ini kita memperingatinya kembali
Dimana Juru Selamat lahir dari perawan suci
Untuk Menggenapi nubuat para nabi


Selamat Natal 2014